Menanamkan Jiwa Budayawan di Era Modernisasi Melalui Cerpen
Indahnya Berbudaya
Hidup di hiruk-piruk perkotaan dengan modernisasi dan gaya hidup yang jauh dengan gaya hidup di desa tidak membuatku lupa dengan budaya. Karena di desaku masyaraktanya masih memegang teguh kepercayaan sejak dulu, yang masih kental dengan kebudayaannya sampai sekarang tidaklah luntur membuatku harus mengikuti semua peraturan-peraturan, mitos atau kebiasaan yang telah lama ada di desa tempat aku dilahirkan hingga dewasa dan mengenyam pendidikan di kota seperti sekarang ini.
Yaa, meski aku bukan asli orang Lombok, tapi aku sangatlah bangga berada di bumi tempatku berpijak ini. Bagaimana tidak, Lombok sangat terkenal dengan pulau seribu masjid nya, mayoritas penduduk yang beragama islam, destinasi wisata, serta kebudayaan yang beraneka ragam membuat semua orang yang berpijak di sini tidak ingin pulang karena pesonanya. Lombok…oh..Lombok…
Teek’
Aarrgggh…bunyi rice cooker membuat lamunanku tentang bumi yang kubanggakan ini sesaat terhenti. Huh, bego’ bego’ saking enaknya melamun, aku lupa dengan perutku yang bernyanyi dan beras yang ku masak tadi. Sekarang aku terbayang dengan si putih di dalam rice cooker yang sudah siap disantap. Hehehe,…
Ahhh.. segeralah ku letakkan nasi dipiring tidak lupa dengan ikan sambel yang ku beli tadi pagi di jalan ketika pulang. Tidak ingin lama-lama aku langsung mengeksekusinya. Allhamdulillah…perut kenyang hatipun riang gembira, beberapa menit berselang, aku langsung membaringkan tubuh di kasur sambil memainkan ponselku. Duhh dasar aku si malas, kebiasaan setelah makan pasti tidak ingin jauh dengan sahabat kasurku wkwkwwk.
Nah’
Ini sebuah kewajiban bagiku ketika sendiri dikamar kos dan badan ini mulai menyentuh kasur, hal pertama yang terjadi pasti melamun, seperti melamunkan masa depan dengan si dia’ misalnya…hehehehe.
Lamunanku kembali terurai mengingat cerita teman kelasku beberapa hari yang lalu tentang salah satu budaya yang ada di bumi Sasak ini. Dia menceritakan tentang sebuah tempat, katanya terdapat beberapa tempat yang disebut kemaliq, salah satunya pura Ranget yang ada di dusun Ranget, kecamatan Narmada, Lombok Barat.
“ Kemaliq bagi masyarakat sasak adalah tempat yang sakral. Disakralkan karena diyakini ada sosok waliyullah yang pernah bertafakur disana, yang merupakan leluhur masyarakat setempat”.
“Kebudayaan yang menurutku unik karena ada sebuah lokasi yang terdapat bangunan pura, namun ditempat tersebut tidak ada masyarakat yang beragama selain islam.”
“Iyaa benar” ucap temanku “persoalan pura ranget merupakan konflik berkepanjangan antara masyarakat dengan pendatang yang mengaku memiliki tanah di sekitaran kemaliq” .
“Mendengar hal-hal semacam ini aku langsung berfikir tentang nasib-nasib kebudayaan yang mulai tergerus bahkan sudah tidak ada lagi di era yang semakin modern ini. Bagaimana hal itu bisa terjadi?” tanyaku memancing untuk melanjutkan ceritanya.
“Iyaa tidak heran lagi, di zaman yang semakin berkembang ini hampir semua hal yang berbau kebudayaaan mulai tergerus, itu disebabkan oleh banyaknya pengaruh luar yang tidak tau akan pentingnya suatu kebudayaan diwilayah itu.”
“Tapi tidak dengan kemaliq ini” lanjutnya, “masyarakat setempat tetap mempertahankan kemaliq ini karena mereka sadar itu merupakan sebuah warisan tradisi bentuk apresiasi leluhur sehingga tidak gampang bagi mereka jika ada pendatang yang ingin menguasai tempat sakral tersebut”.
Aku tersenyum dan mengatakan rasanya aku semakin cinta dengan Lombok ini, Lombok…Ooh Lombok…Temanku tertawa sambil menepuk pundak kanan ku. “ Ayook kapan-kapan kita berkunjung ke kemaliq itu” ucapnya, sontak saja aku mengangguk gembira mendengar hal tersebut karena aku sangat suka dengan semua yang berbau budaya, ibaratnya budaya sudah mendarah daging untuk aku yang hanya orang desa ini.
Sekian, terimakasih ☺️
Tunggu Cerpen Bety selanjutnya ya🤗
cerpen yang sangat menarik
BalasHapusSangat menarik
BalasHapusTetap semangat
Aasiiap, doain agar penulis terus berkarya 🙏
HapusWaahhh keren bangat beb😌❣
BalasHapusAlhamdulillah, terimakasih 🤗
HapusCerpennya bagus, di tunggu cerpen selanjutnya
BalasHapusOghey jangan bosan mampir ya diblog Mimin untuk cerpen" selanjutnya 😀
HapusBgus nih👏
BalasHapusCara yang bagus dengan Cerpen dapat menampilkan sebuah budaya, tetap lanjutkan.
BalasHapusmasih kurang ngerti dengan isi cerpen sama judulnya
BalasHapusJadi gini, Mimin mengangkat tentang kebudayaan Melalui Cerpen agar lebih menarik pembaca gitu dan mengenai judul sama isi cerpen sinkron ko karna Mimin Uda bahas kebudayaan dari awal cerita 🤗 kalau ada yg tidak nyambung ya kembalikan lagi namanya juga cerpen 😂😂🙏🙏
HapusKeren, semangat yaa✨
BalasHapusTerimakasih, dan tetap semangat ☺️
HapusWaaah, cerpen yang sangat bagus👍😇
BalasHapusTerimakasih 🤩
HapusSemangat ❤️
BalasHapusAasiiap 👍
HapusCerpennya bagus, ditunggu cerpen selanjutnya👍
BalasHapusTerimakasih, jangan lupa ditunggu😀
Hapusbaguss
BalasHapus🤗👍
HapusDitunggu cerpen selanjutnya min.
BalasHapusSiap"👍
Hapusmantaph beb
BalasHapusTerimakasih Beby🤗
HapusWahhh... Menarik skli
BalasHapusAlhamdulillah terimakasih ☺️🙏
Hapus